Minggu, 11 Agustus 2019

Cara Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Kerja Yang Baik Dan Benar


Standar Operasional Prosedur (SOP) seringkali dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk tercapainya kualitas dan kuantitas pekerjaan yang sama meski berada pada lokasi atau cabang yang berbeda. SOP merupakan sebuah aturan atau langkah-langkah kerja yang dibuat oleh perusahaan untuk memudahkan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan benar dan baik. Tidak hanya untuk kemudahan karyawan saja dalam bekerja, SOP juga bermanfaat untuk meminimalisir kesalahan, baik dari luar ataupun dalam. nah kali ini kita akan membahas lebih detail apa itu sop

Pada proses penyusunan SOP perusahaan, dilakukan secara seksama dan cermat untuk menghindari adanya kesalahan kerja, selain itu yang lebih utama karena SOP akan menjadi acuan baku yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan. Meski SOP sangat mungkin mengalami revisi, namun dalam pembuatannya harus dilakukan sebaik mungkin sejak awal. Secara umum, penyusunan SOP bisa dilihat pada penjelasan berikut ini:

1.    Penentuan Anggota Pembentuk
Dalam perumusan SOP, salah satu bagian perusahaan yang memiliki andil penting dalam pembuatannya adalah bagian Human Resource Department (HRD), sementara yang lainnya dapat diwakilkan oleh masing-masing kepala divisi atau departemen karena seorang kepala divisi bertugas untuk mengawasi bawahannya, mengetahui cara kerja dan lainnya. Sedangkan untuk pihak luar atau eksternal, dapat diwakilkan oleh konsultan yang memahami cara kerja atau prosedur perusahaan. Pemilihan anggota tim pembentuk hendaknya mereka yang memang memahami bagaimana prosedur kerja atau sistem kerja perusahaan sehingga pembentukan SOP dapat benar-benar dilakukan dengan baik, terarah dan efesien.

2.    Pemetaan Bisnis
Jika SOP sudah terbentuk dan dijalankan, maka anggota tim pembentuk bertugas menjadi pengawas dengan mempelajari bagaimana proses perkembangan bisnis perusahaan saat pertama kali SOP dijalankan. Apakah ada perkembangan yang baik atau buruk terhadap bisnis perusahaan? Apa yang terjadi dari mulai proses penjualan hingga produk sampai ke konsumen? Dokumen apa yang kiranya diperlukan dan sebagainya. Setiap divisi akan dilakukan audit dan analisa untuk menemukan sebuah gambaran akan perkembangan bisnis dan apa saja yang terjadi.  Selain itu, dengan adanya pemetaan proses bisnis, dapat dilihat hubungan antar departemen dengan jelas lewat dokumen yang ada. 

3.    Rekapitulasi Data
Apabila pemetaan bisnis dala perusahaan sudah dilakukan, mulai dari yang besar hingga yang kecil, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pendataan. Semua data dan dokumen hendaknya dicatat dengan jelas serta detail. Beberapa dokumen penting yang harus ada pada perusahaan seperti akunting, invoice, penjualan, retur produk dan sebagainya. Hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan saat melakukan persetujuan dokumen adalah siapa yang bertanggung jawab atau menandatangani dokumen.

4.    Flowchart Dan Narasi
Untuk memudahkan orang lain atau pegawai mengetahui data yang masuk serta hubungan antar proses, maka setiap detail proses dirangkum dalam bentuk flowchart. Penggambaran proses dalam bentuk flowchart yang dilengkapi dengan narasi, dapat meringkas dan memberikan informasi lebih mudah mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap setiap tindakan kerja, siapa saja yang mengerjakannya, jenis dokumen apa saja yang diperlukan hingga kemungkinan yang terjadi beserta solusi untuk menangani permasalahan yang mungkin terjadi tersebut.

5.    Pemeriksaaan Flowchart Dan Narasi
Pembuatan flowchart dan narasi yang sudah selesai, tidak langsung dipublikasikan tetapi harus melalui pemeriksaan ulang, caranya bisa dengan membagikannya ke masing-masing departemen di perusahaan. Tujuan pemeriksaan ini tentu saja agar adanya koreksi serta penambahan atau masukan dari kepala departemen atau anggota tim lain guna memperoleh hasil akhir yang baik.

6.    Simulasi
Tahap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah uji coba atau simulasi SOP. Tiap langkah kerja SOP yang sudah dibuat dilakukan simulasi untuk mengetahui apakah ada kekurangan atau perbaikan yang harus dilakukan atau tidak.

7.    Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Jika uji coba sudah dilakukan beberapa kali dan hasilnya sudah baik dan layak untuk dibakukan, maka Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah dapat dibentuk dan dinyatakan baku. SOP kemudian diberitahukan kepada masing-masing kepala departemen untuk dijalankan secara bersama oleh masing-masing karyawan.

Kamis, 11 Juli 2019

5 Corak Tas Waist Bag Terpopuler Dan Paling Banyak Digunakan


     Corak pada tas menjadi salah satu hal terpenting saat ingin memilih tas, apapun model tas yang digunakan, corak atau motif sangat berpengaruh terhadap tampilan. Ada beberapa motif tas yang dulunya menjadi trend namun beberapa tahun belakangan tidak lagi jadi hits. Perkembangan trend fashion memang salalu berubah-ubah, seperti halnya baju, tas tentu terus mengalami perkembangan dengan munculnya desain dan model tas terbaru. Untuk tahun ini, model tas seperti waist bag menjadi hits dikalangan anak muda. Ada beberapa corak tas yang kini cukup populer dan banyak digunakan, tidak hanya pada waist bag saja tetapi juga model tas lain. 

1.    Animal
Ada beragam motif animal yang sering digunakan sebagai corak tas seperti motif loreng, kulit ular, buaya dan lainnya. Untuk jenis tas waist bag atau model lain yang menggunakan kulit asli, biasanya dibanderol dengan harga mahal. Hal ini karena bahan yang sulit didapatkan serta coraknya yang unik, dimana untuk jenis kulit ular misalnya, motifnya tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain. hal ini pula yang menjadikan tas berbahan kulit asli sangat mahal. 

2.    Etnik
Bagi yang menyukai dengan hal-hal berbau tradisional, biasanya akan sangat menyukai dengan corak etnik. Beberapa corak etnik seperti motif batik, songket, sasirangan sering dijadikan sebagai motif tas. Dengan pengaplikasian yang tepat pada produk fashion serta penggunaan bahan yang berkualitas seperti tas, baju dan lainnya, harga produk bisa melambung tinggi. 

3.    Monokrom
Ada sebagian orang yang suka dengan desain dan corak simple seperti misalnya monokrom. Perpaduan 2 warna netral seperti hitam putih terkadang sangat menarik jika diterapkan pada tas waist bag atau model lainnya seperti sling bag. Kesan elegan, casual dan trendy bisa kamu dapatkan ketika memilih produk fashion dengan motif monokrom.

4.    Word
Siapa sangka jika  deretan kata-kata acak ataupun yang dibuat dalam bentuk kalimat, bisa jadi sangat menarik saat diterapkan pada permukaan tas berbahan kanvas. Untuk terlihat lebih keren, biasanya model huruf dibuat dengan beragam bentuk dan gaya, ada yang dibuat dengan gaya simple, artistik ataupun penuh warna. 

5.    Transparant
Model tas transparan pada tahun ini masih cukup diminati, mulai dari model tas tote bag, sling bag hingga backpack ukuran kecil. Tas ini hadir memang tanpa corak apapun alias transparan, mirip seperti kaca sehingga bagian dalam tas tembus pandang. Biasanya, tas transparan terbuat dari bahan plasik. Tas seperti ini dijual dengan harga yang beragam, ada yang mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan jika dari brand ternama. 

    Nah, itu tadi 5 corak tas yang kini masih cukup digandrungi dan populer dikalangan pecinta fashion. Diantara kelima corak di atas, mana yang menjadi corak favorit kamu???