Sabtu, 15 Oktober 2016

Apa itu "to Do Lits"

Tags

Thinkstock
 To do daftar yaitu list tugas-tugas yg mesti diolah terhadap sebuah rentang kala. rata rata dibuat surat kabar, mingguan, atau bulanan. Ini yaitu sektor permulaan perencanaan.

To do daftar sanggup dibuat guna tim, atau buat pribadi. pasti saja list ini tak mesti dibuat pada wujud terdaftar. Kita sanggup saja mengagendakan pekerjaan-pekerjaan kita pada memori otak kita, tidak dengan mencatatnya.

“To do list" bukanlah kasus wujud fisik catatannya, tapi substansinya, yakni kita mengonsep kepada laksanakan objek bagi satu buah rentang waktu.

Nah, pernahkah kamu menganalisa isikan “to do list" kamu? Sadarkah kamu bahwa “to do  list" tidak sedikit mencerminkan beres diri kamu, dan macam mana kelakuan kamu dekat bekerja?

Berikut sekian banyak aspek yg sanggup kamu pahami asal “to do  list" Anda.

1. tak punyai “to do list" atau daftarnya titik terendah. Artinya kamu tak punyai konsep apapun. kamu tak terbiasa pandangan hidup bersama ancang-ancang, atau benar-benar tak mau menggarap apapun. Kok dapat? kemungkinan kamu tak peduli bersama pandangan hidup Anda.

Ada demikian tidak sedikit insan pandangan hidup tidak dengan maksud, tidak dengan target. pandangan hidup cuma bergerak, menurunkan bertambahnya dikala. beliau menginginkan untuk kebetulan-kebetulan yg menghampirinya. seandainya ada kebetulan yg komersial, sehingga dirinya menerima singkat manfaat. kalau tak, dirinya dapat jadi pecundang sama tua pandangan hidup. aku menginginkan kamu tak begitu.

2. Penuh dgn tugas-tugas tempo hari, atau pekan dulu. Atau, penuh dgn tugas-tugas memburu-buru. Itu artinya kamu tidak jarang khilaf dekat melakukan kewajiban, tak tunduk kepada tempo diwaktu. gede mungkin saja dikarenakan kamu lambat dekat bekerja, atau kamu tidak jarang mengembalikan kewajiban. kamu yaitu jalma yg berurusan pada pengendalian waktu.

Benahi system kerja kamu. Kerjakan darma bersama serta-merta. Hentikan etika menunda.

3. Penuh dgn peranan mulai sejak manusia lain. Artinya kamu seseorang taklukan, atau seseorang penunggu komando. kamu belum menjadi pengambil budi. kamu menunggu darma dibebankan oleh insan lain bagi kamu. disaat kamu barangkali dapat lalu digunakan bagi menghamba orang.

Biasakan pada membuat keharusan yg kamu anggap butuh pada dikerjakan, sebelum diperintahkan. Biasakan berpikir pada merumuskan perbuatan yg dapat kamu ambil. Jadilah manusia yg penuh inisiatif.

4. Penuh bersama tugas-tugas teratur. kamu tak jalankan tugas-tugas baru. Tapi pikulan aku benar-benar cuma ini, teratur. dulu, dengan cara apa kamu bakal tumbuh? kamu ingin kaya di ruang yg identik, menjalankan aspek yg persis, hingga mati? tak kan?

Maka sisipkan agenda-agenda pengembangan, skedul menggali ilmu dekat to do daftar kamu. Tetapkan target bagi menuntut ilmu tunggal wawasan baru, tunggal kelas baru, tiap-tiap dikala. tiap-tiap hri baca wahid artikel, mempelajari tunggal keterampilan.

5. Isinya terlampaui tidak sedikit. mungkin saja kamu tak mampu memilah mana yg utama dan mana yg tak terhadap ditempatkan dekat to do daftar. Atau, kamu tak jago mengabulkan prioritas.

Ini sedang mampu bermakna bahwa kamu bekerja solo, tak bersama tim. kamu tak mahir mendelegasikan tanggungan, sharing kandungan. kamu menggayuti diri bersama pekerjaan-pekerjaan yg semestinya sanggup dilakukan oleh insan lain.

Atau, sederhananya, kamu berulang dikerjai, apik oleh atasan mapupun sahabat kerja.

Latihlah diri kamu kepada share darma, mendelegasikan kemestian. kalau tawanan atau kawan kerja tak dapat jalankan keharusan itu, latihlah mereka supaya bisa. dgn trick itu kosongkan banyaknya kira kira diwaktu kamu, biar kamu mampu membawa daya pikir guna jalankan kewajiban yg lebih mutlak dan lebih agung. serta supaya kamu miliki lebih tidak sedikit dikala terhadap memanjatkan diri.

Selamat menganalisa “to do list" kamu.


EmoticonEmoticon